Showing posts with label algoritma. Show all posts
Showing posts with label algoritma. Show all posts

STRUKTUR DASAR ALGORITMA PEMPROGRAMAN

Algoritma Pemprograman | Struktur dasar algoritma pemprograman | Budayakan Berbagi

Struktur Dasar Algoritma

Algoritma berisi langkah-langkah dalam menyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi (sequence), pemilihan aksi (selection), pengulangan aksi (iteration) atau kombinasi dari ketiganya. Jadi struktur dasar pembangunan algoritma ada tiga, yaitu:
  1. Struktur Algoritma Runtunan / Berurutan :
    Struktur Algoritma Runtunan / Berurutan sendiri, Ada tiga struktur dasar yang digunakan dalam membuat algoritma yaitu struktur berurutan (sequencing), struktur pemilihan/ keputusan/ percabangan (branching) dan struktur pengulangan (looping). Sebuah algoritma biasanya akan menggabungkan ketiga buah struktur ini untuk menyelesaikan masalah.

    Struktur berurutan dapat kita samakan dengan mobil yang sedang berjalan pada jalur lurus yang tidak terdapat persimpangan seperti tampak pada Gambar disamping Mobil tersebut akan melewati kilometer demi kilometer jalan sampai tujuan tercapai. Struktur berurutan terdiri satu atau lebih instruksi.

    Tiap instruksi dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya, yaitu sebuah instruksi dieksekusi setelah instruksi sebelumnya selesai dieksekusi. Urutan instruksi menentukan keadaan akhir dari algoritma. Bila urutannya diubah, maka hasil akhirnya mungkin juga berubah.

    Menurut Goldshlager dan Lister (1988) struktur berurutan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
    • Tiap instruksi dikerjakan satu persatu
    • Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada yang diulang
    • Urutan instruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan urutan aksi sebagaimana yang tertulis di dalam algoritmanya
    • Akhir dari instruksi terakhir merupakan akhir algoritma.

    Contoh bagan alir logika program berurutan (sequencing)

  2. Baca juga artikel lainnya :
  3. Struktur Algoritma Percabangan
    Sebuah program tidak selamanya akan berjalan dengan mengikuti struktur berurutan, kadang-kadang kita perlu merubah urutan pelaksanaan program dan menghendaki agar pelaksanaan program meloncat ke baris tertentu. Peristiwa ini kadang disebut sebagai percabangan/pemilihan atau keputusan. Hal ini seperti halnya ketika mobil/motor berada dalam persimpangan.
    Pada struktur percabangan, program akan berpindah urutan pelaksanaan jika suatu kondisi yang disyaratkan dipenuhi. Pada proses seperti ini simbol flowchart Decision harus digunakan. Simbol decision akan berisi pernyataan yang akan diuji kebenarannya. Nilai hasil pengujian akan menentukan cabang mana yang akan ditempuh.
    Contoh Struktur percabangan untuk masalah batasan umur. Sebuah aturan untuk menonton sebuah film tertentu adalah sebagai berikut, jika usia penonton lebih dari 17 tahun maka penonton diperbolehkan dan apabila kurang dari 17 tahun maka penonton tidak diperbolehkan nonton. Buatlah flowchart untuk permasalahan tersebut.
    Penyelesaian: Permasalahan diatas merupakan ciri permasalahan yang menggunakan struktur percabangan. Hal ini ditandai dengan adanya pernyataan jika ..maka ...(atau If ... Then dalam Bahasa Inggris.
    Bagan alir logika (Flowchart) penyelesaian masalah nonton film

  4. Struktur Algoritma Perulangan / Pengulangan
    Dalam banyak kasus seringkali kita dihadapkan pada sejumlah pekerjaan yang harus diulang berkali.Salah satu contoh yang gampang kita jumpai adalah balapan mobil. Struktur pengulangan terdiri dari dua bagian :
    • Kondisi pengulangan, yaitu syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan. Syarat ini biasanya dinyatakan dalam ekspresi Boolean yang harus diuji apakah bernilai benar (true) atau salah (false).
    • Badan pengulangan (loop body), yaitu satu atau lebih instruksi yang akan diulang.
      Pada struktur pengulangan, biasanya juga disertai bagian inisialisasi dan bagian terminasi. Inisialisasi adalah instruksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali. Bagian insialisasi umumnya digunakan untuk memberi nilai awal sebuah variable. Sedangkan terminasi adalah instruksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan. Ada beberapa bentuk pengulangan yang dapat digunakan, masing-masing dengan syarat dan karakteristik tersendiri. Beberapa bentuk dapat dipakai untuk kasus yang sama, namun ada bentuk yang hanya cocok untuk kasus tertentu saja. Pemilihan bentuk pengulangan untuk masalah tertentu dapat mempengaruhi kebenaran algoritma. Pemilihan bentuk pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram.

      Bagan alir logika (flowchart) untuk mencetak pernyataan sebanyak 100 kali.
    • Struktur pengulangan dengan For
      Pengulangan dengan menggunakan For, merupakan salah teknik pengulangan yang paling tua dalam bahasa pemrograman. Hampir semua bahasa pemrograman menyediakan metode ini, meskipun sintaksnya mungkin berbeda. Pada struktur For kita harus tahu terlebih dahulu seberapa banyak badan loop akan diulang. Struktur ini menggunakan sebuah variable yang biasa disebut sebagai loop s counter, yang nilainya akan naik atau turun selama proses pengulangan.
    • Struktur pengulangan dengan While
      Pada pengulangan dengan For, banyaknya pengulangan diketahui dengan pasti karena nilai awal (start) dan nilai akhir (end) sudah ditentukan diawal pengulangan. Bagaimana jika kita tidak tahu pasti harus berapa kali mengulang? Pengulangan dengan While merupakan jawaban dari permasalahan ini. Seperti halnya For, struktur pengulangan dengan While juga merupakan struktur yang didukung oleh hampir semua bahasa pemrograman namun dengan sintaks yang berbeda. Struktur While akan mengulang pernyataan pada badan loop sepanjang kodisi pada While bernilai benar. Dalam artian kita tidak perlu tahu pasti berapa kali diulang. Yang penting sepanjang kondisi pada While dipenuhi maka pernyataan pada badan loop akan diulang. Penyelesaian: Perhatikan Gambar. bisakah kalian menentukan hasil dari flowchart tersebut? Perhatikan tahapan eksekusi flowchart berikut ini.
      1. Pada flowchart ini ada dua variabel yang kita gunakan yaitu A dan B. Kedua variabel tersebut kita inisialisasi nilai awalnya (A = 1 dan B = 0) sebelum proses loop terjadi. Variabel A adalah variabel counter.
      2. Pada simbol decision, nilai A akan diperiksa apakah memenuhi kondisi
      3. Nilai variabel A kemudian diganti dengan nilai A lama (1) ditambah 2. Sehingga nilai variabel A baru adalah 3. Sedangkan nilai variabel B = 9 (hasil perkalian A = 3).
      4. Program akan berputar kembali untuk memeriksa apakah nilai variabel A masih lebih kecil dari 10. Pada kondisi ini nilai A = 3, sehingga kondisi masih terpenuhi. Kemudian langkah berulang ke langkah ke 3. Begitu seterusnya sampai nilai variabel A tidak lagi memenuhi syarat kurang dari 10.
Baca juga artikel lainnya :

sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat, semoga ilmunya tersampaikan dan budayakan berbagi...

ALUR LOGIKA PADA PEMPROGRAMAN ALGORITMA

Algoritma Pemprograman | Membuat alur logika pemprograman algoritma | Budayakan Berbagi

Membuat Alur Logika Pemprograman

  1. Penyajian atau Penulisan Algoritma
    Penyajian algoritma secara garis besar bisa dalam 2 bentuk penyajian yaitu tulisan dan gambar. Algoritma yang disajikan dengan tulisan yaitu dengan struktur bahasa tertentu (misalnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) dan pseudocode.

    Pseudocode adalah kode yang mirip dengan kode pemrograman yang sebenarnya seperti Pascal, atau C, sehingga lebih tepat digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan kepada pemrogram. Sedangkan algoritma disajikan dengan gambar, yaitu dengan Flowchart.
  2. Flowchart (Diagram Alir)
    Flowchart atau bagan alir adalah skema/bagan (chart) yang menunjukkan aliran (flow) di dalam suatu program secara logika. Flowchart merupakan alat yang banyak digunakan untuk menggambarkan algoritma dalam bentuk notasi-notasi tertentu. Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan antara proses digambarkan dengan garis penghubung. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagianbagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Di samping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek.

    Baca juga artikel lainnya :
    Walaupun tidak ada kaidah-kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart, namun ada beberapa anjuran:
    1. Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat.
    2. Jalannya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas.
    3. Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END.

    Berikut merupakan beberapa contoh simbol flowchart yang disepakati oleh dunia pemrograman:

Baca juga artikel lainnya :

Okey, buat teman-teman klau ada yang kurang dipahami silahkan komentar baik mengenai artikel ini atau mengenai masalah web. Insya allah kami siap membantu. Selamat berjuang dan semoga ilmunya tersampaikan ...

Sekian dan semoga Bermanfaat ...
JENIS BAHASA PEMPROGRAMAN DAN CARA PENULISAN ALGORITMA

JENIS BAHASA PEMPROGRAMAN DAN CARA PENULISAN ALGORITMA

Algoritma Pemprograman | Jenis bahasa pemprograman dan cara penulisan algoritma | Budayakan Berbagi

Jenis-Jenis Bahasa Pemrograman

  • Bahasa Pemrograman Tingkat rendah (Bahasa mesin, Biner)
  • Bahasa Pemrograman Tingkat tinggi
Contoh-contoh Bahasa Pemrograman yang ada :
  • Prosedural : Algol, Pascal, Fortran, Basic, Cobol, C
  • Fungsional : LOGO, APL, LISP
  • Deklaratif : Prolog
Object oriented murni: Smalltalk, Eifel, Java, PHP

Cara penulisan algortima

Ada dua cara penulisan algoritma, yaitu :
  1. Structured English (SE)
    SE merupakan alat yang cukup baik untuk menggambarkan suatu algoritma. Dasar dari SE adalah Bahasa Inggris, namun kita dapat memodifikasi dengan Bahasa Indonesia sehingga kita boleh menyebutnya sebagai Structured Indonesian (SI).
    SE atau SI lebih tepat untuk menggambarkan suatu algoritma yang akan dikomunikasikan kepada pemakai perangkat lunak.
  2. Baca juga artikel lainnya :
  3. Pseudocode
    Pseudocode adalah kode yang mirip dengan instruksi kode program sebenarnya. Pseudocodedidasarkan pada bahasa pemrograman yang sesungguhnya seperti BASIC, 7 FORTRAN atau PASCAL. Pseudocode yang berbasis bahasa PASCAL merupakan pseudocode yang sering digunakan.
    Pseudo berarti imitasi atau tiruan atau menyerupai, sedangkan code menunjuk pada kode program.
    Contoh Pseudocode :
    1. Start
    2. read alas, tinggi
    3. Luas = 0.5 * alas * tinggi
    4. Print Luas
    5. Stop

    Pada Contoh diatas tampak bahwa algoritma sudah sangat mirip dengan bahasa BASIC. Pernyataan seperti READ dan PRINT merupakan keyword yang ada pada bahasa BASIC yang masing-masing menggantikan kata (baca data" dan "tampilkan". Dengan menggunakan pseudocode seperti di atas maka proses penterjemahan dari algoritma ke kode program menjadi lebih mudah.
Baca juga artikel lainnya :

Okey, buat teman-teman klau ada yang kurang dipahami silahkan komentar baik mengenai artikel ini atau mengenai masalah web. Insya allah kami siap membantu. Selamat berjuang dan semoga ilmunya tersampaikan ...

Sekian dan semoga Bermanfaat ...

ALGORITMA PERULANGAN LOOPING (PENGERTIAN, CONTOH KASUS DAN KONSEP DASAR)

Algoritma Pemprograman | Algortima pengulangan looping (Pengertian, Contoh Kasus dan Konsep dasar) | Budayakan Berbagi

Memang salah satu yang dipelajari di algoritma dan pemrograman dasar adalah pengulangan atau istilah lainnya looping, bukan hanya di algoritma saja, ternyata konsep looping ini digunakan juga di berbagai bahasa pemrograman dan konspe dasarnya adalah algoritma pengulangan.

Anda mungkin sudah tau struktur pengulangan namun belum tau apa maksud algoritma pengulangan ini, kapan harus menggunakan pengulangan dan untuk apa fungsinya, untuk pemula yang baru terjun ke dunia bahasa pemrograman hal semacam ini bisa dimaklumi, tapi disini saya akan jelaskan mengenai algoritma pengulangan ini secara detail sehingga bukan hanya tau pengertiannya saja, anda juga akan tau fungsinya, kapan harus menggunakan pengulangan dan apa maksud dari pengulangan itu sendiri.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai pengulangan anda harus tau dan paham mengenai konsep dasar algoritma, dan juga sudah mengenal tipe data dan variable, selain itu anda saya anggap sudah paham struktur dasar dari algoritma sehingga akan lebih mudah untuk memahami contoh kasus yang akan disajikan di artikel ini.

Apa itu Pengulangan?

Pengulangan atau disebut sebagai looping adalah instruksi khusus dalam bahasa pemrograman dan algoritma yang digunakan untuk mengulang beberapa perintah sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. tujuannya adalah untuk mempermudah pengerjaan program dan untuk mempersingkat instruksi program. dengan pengulangan instruksi program yang seharunya ditulis dengan jumlah baris yang banyak bisa dipersingkat.

Instruksi Pengulangan dalam Algoritma

Ada 3 jenis bentuk instuksi format pengulangan di dalam algoritma yitu sebagai berikut:
  1. Pengulangan menggunakan FOR
    Pengulangan for disebut juga sebagai pengulangan di awal format instruksinya adalah sebagai berikut:
    For i ← nilai_awal to nilai_akhir do Statement Endfor
    contoh :
    Buatlah algoritma untuk mencetak tulisan "Algoritma Menyenangkan" sebanyak 100 baris maka instruknya adalah:
    Jawab: program looping_for DEKLARASI i:integer ALGORITMA: for i &alrr; 1 to 100 do
    writeln('Algoritma Menyenangkan') writeln('Algoritma Menyenangkan') endfor

  2. Penggulangan menggunakan Instruksi While DO
    Format: while kondisi do pernyataan endwhile
    contoh kasus :
    Buatlah algoritma untuk mencetak tuliasan angka 1 sampai 100
    Jawaban: promgram looping DEKLARASI var i: integer ALGORITMA: i ← 0 while i < 100 do writeln ("angka ke", i)i ← i+1 {pencacah naik} end while
  3. Baca juga artikel lainnya :
  4. Pengulangan dengan Menggungakan Repeat Until
    Format: repeat statement pencacah naik atau pencacah turun until kondisi
    contoh kasus : Buatlah algoritma untuk mencetak tulisan Hello World sebanyak 1000 baris.
    Jawab: program cetak DEKLARASIi: integer
    ALGORITMA: i ← 1 {isi nilai awal variable i dengan angka 1) repeat write ('Hello World') i ← i+1
    until i <= 1000

Kapan Harus menggunakan Instruksi pengolangan di dalam algoritma?

Sebenarnya untuk memecahkan masalah kasus pemrograman bisa dipecahkan dengan banyak cara tertangung logika si programmer, seperti halnya banyak jalan menuju kota jakarta, tapi tujuannya tetap saja, tapi yang terbaik adalah bagaimana membuat program dengan instruksi sedikit dan proses sangat cepat.

Programmer yang pintar akan sangat mudah sekali mencari cara yang terbaik untuk membuat program dengan instruksi yang singkat namun prosesnya cepat. salah satu instruksi yang bisa digunakan adalah pengulangan, ketika sebuah kasus memungkinkan untuk menggunakan pengulangan maka harus menggunakan pengulangan.

Kapan instruksi pengulangan harus digunakan ?

Instruksi pengulangan digunakan manakala program atau bagian program terindikasi bisa menggunakan proses pengulangan.Sebagai contoh sederhana. misalkan untuk kasus program untuk menampilkan angka 1 sampai 1000, atau program untuk mencetak tulisan tertentu dalam jumlah tertentu. Sebenarnya bisa saja tidak menggunakan pengulangan, namun kurang efektif walaupun hasil outputnya bisa saja sama.

Pengulangan dengan Pencacah Naik

Pengulangan pencacah naik yaitu kondisi pengulangan yang dimulai dengan kondisi pencacah kecil ke besar naik sampai jumlah pengulangan yang diinginkan.
Contoh: buat algoritma untuk mencetak tulisan "Teknologi Modern" sebanyak 1000 baris.
Jika menggunakan pencacah naik instruksi algoritmanya adalah sebagai berikut:

Jawab: algoritma pencacah_naik DEKLARASIi: integer ALGORITMA: for i ← 1 to 1000 do writeln ('Teknologi Modern'); endfor
Pengulangan yang digunakan di algorirma di atas disebut pengulangan pencacah naik karena dimulai dari angka 1 terus naik sampai angka 1.000. bisa juga menggunakan Repeat Until atau While DO.

Pengulangan dengan Pencacah Turun

Pengulangan pencacah turun yaitu kodisi pengulangan yang dimulai dengan kondisi nilai pencacah dari besar ke kecil. sesuai dengan jumlah yang diinginkan.
Contoh: buat algoritma untuk mencetak tulisan "Teknologi HP Modern" sebanyak 1000 baris.
Jika menggunakan pencacah turun instruksi algoritmanya adalah sebagai berikut, misal menggunakan intruksi repeat until:
Jawab: algoritma cacah_turun DEKLARASIi: integer ALGORITMA: i ← 1000 {nilai pencacah awal 1000 dimasukan ke variable i}repeat writeln ('teknologi HP Modern')

i ← i-1 {turunkan pencacah}
until i<1
Baca juga artikel lainnya :

Okey, buat teman-teman klau ada yang kurang dipahami silahkan komentar baik mengenai artikel ini atau mengenai masalah web. Insya allah kami siap membantu. Selamat berjuang dan semoga ilmunya tersampaikan ...
Sekian dan semoga Bermanfaat ...

DEFINISI ALGORITMA DAN CONTOHNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI

Algoritma Pemprograman | Definisi Algoritma dan Contohnya dalam kehidupan sehari-hari | Budayakan Berbagi

Definisi Algoritma

Kali ini kita akan Membahas mengenai Definisi Algoritma dan Contohnya dalam kehidupan sehari-hari, dimana tanpa kita sadari telah melakukan suatu proses algoritma dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Algoritma adalah urutan langkah - langkah logis untuk penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Kata logis merupakan kata kunci dalam Algoritma. Langkah-langkah dalam Algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar. Melaksanakan Algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam Algoritma tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma yang diberikan kepadanya.

Contoh Algoritma dalam kehidupan sehari - hari

  1. Algoritma menulis surat :
    • Mempersiapkan kertas dan amplop
    • Mempersiapkan alat tulis, seperti pena atau pensil
    • Mulai menulis
    • Memasukkan kertas ke dalam amplop
    • Pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat tersebu

  2. Algoritma menggunakan telepon umum :
    • Angkat gagang telepon
    • Masukkan koin
    • Tekan nomor yang dituju
    • Bicara
    • Letakkan gagang telepon

  3. Algoritma penyajian ayam goreng spesial :
    • Potong ayam menjadi bagian-bagian yang kecil atau potong sayap ayam menjadi 2 bagian
    • Lumuti potongan ayam dengan tepung bumbu ayam spesial hingga rata
    • Diamkan selama 30 menit (lebih baik simpan di lemari es semalam)
    • Goreng ke dalam minyak panas secukupnya hingga matang
    • Ayam goring spesial siap disajikan, dengan nasi atau sebagai camilan

  4. Algoritma mengirim SMS :
    • Mengambil HP
    • Pilih Menu -> Pesan
    • Pilih tulis baru
    • Ketikkan pesan yang mau dikirimkan
    • Setelah selesai, pilih lanjutkan untuk memasukan / memilih no tujuan
    • Klik OK untuk mengirim.
  5. Baca juga artikel lainnya :

  6. Algoritma berwudhu :
    • Pertama-tama adalah niat berwudhu
    • Membaca Basmalah
    • Nyalakan keran air
    • Membasuh kedua telapak tangan
    • Berkumur-kumur sebanyak 3 kali
    • Membasuh muka sebanyak 3 kali
    • Membasuh kedua tangan sampai ke siku yang kanan terlebih dahulu sebanyak 3 kali, demikian pula yang kiri
    • Mengusap kepala sebanyak 3kali
    • Kemudian membasuh daun telinga sebanyak 3 kali
    • Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki yang kanan terlebih dahulu sebanyak 3 kali, demikian pula yang kiri
    • Matikan keran
    • Membaca do'a sesudah wudhu
Baca juga artikel lainnya :

Okey, buat teman-teman klau ada yang kurang dipahami silahkan komentar baik mengenai artikel ini atau mengenai masalah web. Insya allah kami siap membantu. Selamat berjuang dan semoga ilmunya tersampaikan ...

Sekian dan semoga Bermanfaat ...

PENGANTAR ALGORITMA PEMPROGRAMAN (Bagian 2)

Algoritma Pemprograman | Dasar Pemprograman Algoritma | Budayakan Berbagi
  1. Jenis-Jenis Bahasa Pemrograman
    • Bahasa Pemrograman Tingkat rendah (Bahasa mesin, Biner)
    • Bahasa Pemrograman Tingkat tinggi
    Contoh-contoh Bahasa Pemrograman yang ada :
    • Prosedural : Algol, Pascal, Fortran, Basic, Cobol, C
    • Fungsional : LOGO, APL, LISP
    • Deklaratif : Prolog
    Object oriented murni: Smalltalk, Eifel, Java, PHP
    Cara penulisan algortima
    Ada dua cara penulisan algoritma, yaitu :
    1. Structured English (SE)
      SE merupakan alat yang cukup baik untuk menggambarkan suatu algoritma. Dasar dari SE adalah Bahasa Inggris, namun kita dapat memodifikasi dengan Bahasa Indonesia sehingga kita boleh menyebutnya sebagai Structured Indonesian (SI).
      SE atau SI lebih tepat untuk menggambarkan suatu algoritma yang akan dikomunikasikan kepada pemakai perangkat lunak.
    2. Pseudocode
      Pseudocode adalah kode yang mirip dengan instruksi kode program sebenarnya. Pseudocodedidasarkan pada bahasa pemrograman yang sesungguhnya seperti BASIC, 7 FORTRAN atau PASCAL. Pseudocode yang berbasis bahasa PASCAL merupakan pseudocode yang sering digunakan.
      Pseudo berarti imitasi atau tiruan atau menyerupai, sedangkan code menunjuk pada kode program.
      Contoh Pseudocode :
      1. Start
      2. read alas, tinggi
      3. Luas = 0.5 * alas * tinggi
      4. Print Luas
      5. Stop
      Pada Contoh diatas tampak bahwa algoritma sudah sangat mirip dengan bahasa BASIC. Pernyataan seperti READ dan PRINT merupakan keyword yang ada pada bahasa BASIC yang masing-masing menggantikan kata (baca data" dan "tampilkan". Dengan menggunakan pseudocode seperti di atas maka proses penterjemahan dari algoritma ke kode program menjadi lebih mudah.
  2. Membuat Alur Logika Pemprograman
    1. Penyajian atau Penulisan Algoritma
      Penyajian algoritma secara garis besar bisa dalam 2 bentuk penyajian yaitu tulisan dan gambar. Algoritma yang disajikan dengan tulisan yaitu dengan struktur bahasa tertentu (misalnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) dan pseudocode.

      Pseudocode adalah kode yang mirip dengan kode pemrograman yang sebenarnya seperti Pascal, atau C, sehingga lebih tepat digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan kepada pemrogram. Sedangkan algoritma disajikan dengan gambar, yaitu dengan Flowchart.
    2. Flowchart (Diagram Alir)
      Flowchart atau bagan alir adalah skema/bagan (chart) yang menunjukkan aliran (flow) di dalam suatu program secara logika. Flowchart merupakan alat yang banyak digunakan untuk menggambarkan algoritma dalam bentuk notasi-notasi tertentu. Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan antara proses digambarkan dengan garis penghubung. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagianbagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Di samping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek.

      Walaupun tidak ada kaidah-kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart, namun ada beberapa anjuran:
      1. Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat.
      2. Jalannya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas.
      3. Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END.

      Berikut merupakan beberapa contoh simbol flowchart yang disepakati oleh dunia pemrograman:

    3. Struktur Dasar Algoritma
      Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi (sequence), pemilihan aksi (selection), pengulangan aksi (iteration) atau kombinasi dari ketiganya. Jadi struktur dasar pembangunan algoritma ada tiga, yaitu:
      1. Struktur Runtunan / Beruntun : Digunakan untuk program yang pernyataannya sequential atau urutan.
      2. Struktur Pemilihan / Percabangan : Digunakan untuk program yang menggunakan pemilihan atau penyeleksian kondisi.
      3. Struktur Perulangan : Digunakan untuk program yang pernyataannya akan dieksekusi berulang-ulang.

      1. Struktur Algoritma Runtunan / Berurutan :
        Ada tiga struktur dasar yang digunakan dalam membuat algoritma yaitu struktur berurutan (sequencing), struktur pemilihan/keputusan/percabangan (branching) dan struktur pengulangan (looping). Sebuah algoritma biasanya akan menggabungkan ketiga buah struktur ini untuk menyelesaikan masalah.

        Struktur berurutan dapat kita samakan dengan mobil yang sedang berjalan pada jalur lurus yang tidak terdapat persimpangan seperti tampak pada Gambar disamping Mobil tersebut akan melewati kilometer demi kilometer jalan sampai tujuan tercapai. Struktur berurutan terdiri satu atau lebih instruksi.

        Baca juga artikel lainnya :

        Tiap instruksi dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya, yaitu sebuah instruksi dieksekusi setelah instruksi sebelumnya selesai dieksekusi. Urutan instruksi menentukan keadaan akhir dari algoritma. Bila urutannya diubah, maka hasil akhirnya mungkin juga berubah.

        Menurut Goldshlager dan Lister (1988) struktur berurutan mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
        • Tiap instruksi dikerjakan satu persatu
        • Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada yang diulang
        • Urutan instruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan urutan aksi sebagaimana yang tertulis di dalam algoritmanya
        • Akhir dari instruksi terakhir merupakan akhir algoritma.

        Contoh bagan alir logika program berurutan (sequencing)
      2. Struktur Algoritma Percabangan
        Sebuah program tidak selamanya akan berjalan dengan mengikuti struktur berurutan, kadang-kadang kita perlu merubah urutan pelaksanaan program dan menghendaki agar pelaksanaan program meloncat ke baris tertentu. Peristiwa ini kadang disebut sebagai percabangan/pemilihan atau keputusan. Hal ini seperti halnya ketika mobil/motor berada dalam persimpangan.
        Pada struktur percabangan, program akan berpindah urutan pelaksanaan jika suatu kondisi yang disyaratkan dipenuhi. Pada proses seperti ini simbol flowchart Decision harus digunakan. Simbol decision akan berisi pernyataan yang akan diuji kebenarannya. Nilai hasil pengujian akan menentukan cabang mana yang akan ditempuh.
        Contoh Struktur percabangan untuk masalah batasan umur. Sebuah aturan untuk menonton sebuah film tertentu adalah sebagai berikut, jika usia penonton lebih dari 17 tahun maka penonton diperbolehkan dan apabila kurang dari 17 tahun maka penonton tidak diperbolehkan nonton. Buatlah flowchart untuk permasalahan tersebut.
        Penyelesaian: Permasalahan diatas merupakan ciri permasalahan yang menggunakan struktur percabangan. Hal ini ditandai dengan adanya pernyataan jika ..maka ...(atau If ... Then dalam Bahasa Inggris.
        Bagan alir logika (Flowchart) penyelesaian masalah nonton film

      3. Struktur Algoritma Perulangan / Pengulangan
        Dalam banyak kasus seringkali kita dihadapkan pada sejumlah pekerjaan yang harus diulang berkali.Salah satu contoh yang gampang kita jumpai adalah balapan mobil. Struktur pengulangan terdiri dari dua bagian :
        • Kondisi pengulangan, yaitu syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan. Syarat ini biasanya dinyatakan dalam ekspresi Boolean yang harus diuji apakah bernilai benar (true) atau salah (false).
        • Badan pengulangan (loop body), yaitu satu atau lebih instruksi yang akan diulang.
          Pada struktur pengulangan, biasanya juga disertai bagian inisialisasi dan bagian terminasi. Inisialisasi adalah instruksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali. Bagian insialisasi umumnya digunakan untuk memberi nilai awal sebuah variable. Sedangkan terminasi adalah instruksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan. Ada beberapa bentuk pengulangan yang dapat digunakan, masing-masing dengan syarat dan karakteristik tersendiri. Beberapa bentuk dapat dipakai untuk kasus yang sama, namun ada bentuk yang hanya cocok untuk kasus tertentu saja. Pemilihan bentuk pengulangan untuk masalah tertentu dapat mempengaruhi kebenaran algoritma. Pemilihan bentuk pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram.

          Bagan alir logika (flowchart) untuk mencetak pernyataan sebanyak 100 kali.
        • Struktur pengulangan dengan For
          Pengulangan dengan menggunakan For, merupakan salah teknik pengulangan yang paling tua dalam bahasa pemrograman. Hampir semua bahasa pemrograman menyediakan metode ini, meskipun sintaksnya mungkin berbeda. Pada struktur For kita harus tahu terlebih dahulu seberapa banyak badan loop akan diulang. Struktur ini menggunakan sebuah variable yang biasa disebut sebagai loop s counter, yang nilainya akan naik atau turun selama proses pengulangan.
        • Struktur pengulangan dengan While
          Pada pengulangan dengan For, banyaknya pengulangan diketahui dengan pasti karena nilai awal (start) dan nilai akhir (end) sudah ditentukan diawal pengulangan. Bagaimana jika kita tidak tahu pasti harus berapa kali mengulang? Pengulangan dengan While merupakan jawaban dari permasalahan ini. Seperti halnya For, struktur pengulangan dengan While juga merupakan struktur yang didukung oleh hampir semua bahasa pemrograman namun dengan sintaks yang berbeda. Struktur While akan mengulang pernyataan pada badan loop sepanjang kodisi pada While bernilai benar. Dalam artian kita tidak perlu tahu pasti berapa kali diulang. Yang penting sepanjang kondisi pada While dipenuhi maka pernyataan pada badan loop akan diulang. Penyelesaian: Perhatikan Gambar. bisakah kalian menentukan hasil dari flowchart tersebut? Perhatikan tahapan eksekusi flowchart berikut ini.
          1. Pada flowchart ini ada dua variabel yang kita gunakan yaitu A dan B. Kedua variabel tersebut kita inisialisasi nilai awalnya (A = 1 dan B = 0) sebelum proses loop terjadi. Variabel A adalah variabel counter.
          2. Pada simbol decision, nilai A akan diperiksa apakah memenuhi kondisi
          3. Nilai variabel A kemudian diganti dengan nilai A lama (1) ditambah 2. Sehingga nilai variabel A baru adalah 3. Sedangkan nilai variabel B = 9 (hasil perkalian A = 3).
          4. Program akan berputar kembali untuk memeriksa apakah nilai variabel A masih lebih kecil dari 10. Pada kondisi ini nilai A = 3, sehingga kondisi masih terpenuhi. Kemudian langkah berulang ke langkah ke 3. Begitu seterusnya sampai nilai variabel A tidak lagi memenuhi syarat kurang dari 10.
Baca juga artikel lainnya :

Okey, buat teman-teman klau ada yang kurang dipahami silahkan komentar baik mengenai artikel ini atau mengenai masalah web. Insya allah kami siap membantu. Selamat berjuang dan semoga ilmunya tersampaikan ...

Sekian dan semoga Bermanfaat ...

PENGANTAR ALGORITMA PEMPROGRAMAN

Algoritma | Pengantar algoritma pemprograman | Budayakan Berbagi

PENGANTAR ALGORITMA PEMPROGRAMAN

  • Definisi Algoritma

    Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki tingkat kerumitan yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan suatu masalah membutuhkan tingkat kerumitan yang tinggi Algoritma menghitung luas persegi panjang:
    1. Menyiapkan Peralatan Tulis
    2. Masukkan panjang (P)
    3. Masukkan lebar (L)
    4. Luas P * L
    5. Tulis Luas

  • Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma:
    1. Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah dimengerti dan dipahami.
    2. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik.
    3. Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
    4. Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, pseudocode dalam notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan spesifikasi mesin yang menjalannya. Pseudocode adalah kode yang mirip dengan instruksi kode program sebenarnya.
    5. Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman.
    6. Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman.

  • Perhatikan algoritma sederhana berikut :
    Algoritma menghitung luas segitiga
    1. Start
    2. Baca data alas dan tinggi.
    3. Luas adalah alas kali tinggi kali 0.5
    4. Tampilkan Luas
    5. Stop

  • Penjelasan :
    Algoritma di atas adalah algoritma yang sangat sederhana, hanya ada lima langkah. Pada algoritma ini tidak dijumpai perulangan ataupun pemilihan. Semua langkah dilakukan hanya satu kali. Sekilas algoritma di atas benar, namun apabila dicermati maka algoritma ini mengandung kesalahan yang mendasar, yaitu tidak ada pembatasan pada nilai data untuk alas dan tinggi.
    Hasil perbaikan algoritma perhitungan luas segitiga :
    1. Start
    2. Baca data alas dan tinggi.
    3. Periksa data alas dan tinggi, jika nilai data alas dan tinggi lebih besar dari nol maka lanjutkan ke langkah ke 4 jika tidak maka stop Luas adalah alas kali tinggi kali 0.5
    4. Tampilkan Luas
    5. Stop

    Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan pokok tentang algoritma. Pertama, algoritma harus benar. Kedua algoritma harus berhenti, dan setelah berhenti, algoritma memberikan hasil yang benar.
  • Beda Algoritma dan Program ?

    Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakanbahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman.
    Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)

  • Penerjemah Bahasa Pemrograman
    Untuk menterjemahkan bahasa pemrograman yang kita tulis maka diperlukan Compiler dan interpreter.

    Compiler adalah suatu program yang menterjemahkan bahasa program (Source code) ke dalam bahasa obyek (object code) secara keseluruhan program.

    Interpreter berbeda dengan Compiler, interpreter menganalisis dan mengeksekusi setiap baris dari program secara keseluruhan. Keuntungan dari interpreter adalah dalam eksekusi yang bisa dilakukan dengan segera. Tanpa melalui tahap kompilasi, untuk alas an ini interpreter digunakan pada saat pembuatan program berskala besar.
  • Baca juga artikel Terkait:

  • Perbedaan Compiler dan interpreter


    Compiler Interpreter
    Menterjemahkan secara keseluruhan Menterjemahkan Instruksi per instruksi
    Bila terjadi kesalahan kompilasi maka source program harus diperbaiki dan dikompilasi ulang Bila terjadi kesalahan interprestasi dapat Diperbaiki
    Dihasilkan Object program Tidak dihasilkan obyek program
    Dihasilkan Executable program Tidak dihasilkan Executable program
    Proses pekerjaan program lebih cepat Proses pekerjaan program lebih lambat
    Source program tidak dipergunakan hanya bila untuk perbaikan saja Source program terus dipergunakan
    Keamanan dari program lebih terjamin Keamanan dari program kurang terjamin

Baca juga artikel lainnya :


Sekian dan semoga Bermanfaat ...