Showing posts with label kisah_inspiratif. Show all posts
Showing posts with label kisah_inspiratif. Show all posts

MENGISTIRAHATKAN FIKIRAN

Mengistirahatkan Fikiran| Budayakan Berbagi
Pernahkah mengalami hal yang seperti ini: sedang memikirkan sesuatu hal, eh ternyata banyak hal lain yang sudah antre untuk dipikirkan dan seolah-olah tidak mau menunggu ?

Kebanyakan dari kita merasakan hal seperti itu. Satu hal belum selesai, sudah berganti dengan hal lainnya. Seolah tak ada kendali dari dalam diri kita. Hal-hal yang kita pikirkan begitu banyak dan cepat. Ini yang membuat lelah dan mempengaruhi kondisi fisik.

Di sinilah perlunya berlatih menyadari napas. Pikiran kita akan menjadi pelan dan kita akan mengistirahatkan diri kita. Menyadari napas membantu kita supaya tenang, santai dan damai.

Menyadari napas membantu kita supaya tidak terlalu banyak berpikir dan memberhentikan kegelisahan akan kesedihan masa lalu dan kekhawatiran masa depan.

Menyadari napas membuat kita bersentuhan langsung dengan kehidupan, kehidupan yang saat ini begitu ini begitu indah tapi sayang sekali masih banyak orang yang belum bisa merasakannya. Ini pun juga membantu menyembuhkan kegalauan.

Tapi, bukan berarti lantas berpikir itu tidak penting, namun terlalu banyak berpikir, itu yang percuma. Mungkin bisa dibayangkan seolah-olah di kepala kita ada CD yang selalu nyala dan berputar pagi, siang, sore, malam, tanpa henti. Kita memikirkan ini dan itu, seperti saat sedang membaca artikel ini, kita masih saja memikirkan ini dan itu, serta susah dihentikan, bukan ?

Artikel ini dapat kita close dengan mudah untuk mengehntikannya. Tapi, pikiran ? kita tidak punya alat ataupun tombol apapun yang dapat untuk menghentikannya. Sehingga, kadang kita terlalu memikirkan segala sesuatu sampai kita tidak bisa tidur. Sampai kadang-kadang ada yang menggunakan obat tidur atau penenang untuk menyelesaikan masalah ini, tapi sesungguhnya pikiran kita tidak benar-benar istirahat karenanya, bangun dalam kondisi tegang atau tidur dengan mimpi buruk, dan bahkan dapat membuat kecanduan.

Berdasarkan metode menyadari napas, saat kita menghirup dan menghembuskan napas, kita berhenti berfikir, karena saat menghirup napas dan mengatakan dalam hati “Masuk”, saat menghembuskan napas dan mengatakan dalam hati “Keluar” itu tidak berfikir. “Masuk” dan “Keluar” hanyalah kata-kata untuk membantukita kosentrasi pada napas kita.

Kalau kita menghirup dan menghembuskan napas dengan cara seperti ini beberapa saat, kita akan menjadi segar kembali. Kita memulihkan diri kita dan dapat menyadari hal-hal indah di sekitar kitayang ada di saat ini, sekarang.

Masa lalu sudah hilang, masa depan belum ada sekarang. Jika kita tidak kembali ke diri kita sendiri disaat ini, sekarang, kita tidak akan bisa bersentuhan dengan kehidupan.

Saat kita bersentuhan dengan bagian-bagian yang mendamaikan dan menyembuhkan di dalam diri kita sendiri dan juga sekitar. Kita belajar bagaimana cara menghargai dan menjaga hal-hal tersebut dan membuatnya berkembang.

Kedamaian dan hal-hal yang membuat kedamaian itu terwujud selalu ada untuk kita setiap saat. Iya setiap saat. Termasuk sekarang.

Sudahkah kita bersentuhan dengan kedamaian yang selalu ada di dalam dirimu sekarang ?

KEHIDUPAN MODERN

Kehidupan Modern | Budayakan Berbagi

What is the problem of modern world ? ada yang tahu apa saja permasalahan di dunia modern ini ?


Banyak yang bilang bahwa salah satu permasalahan yang ada sekarang ini adalah: uang, meterialisme dan obsesi terhadap uang.


Kehidupan modern ini penuh dengan kebingungan. Kita menjadi saksi seolah-olah segala sesuatunya menjadi terbalik. Yang atas jadi bawah, yang bawah jadi atas. Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Yang hitam jadi putih, yang putih jadi semakin tak terlihat. Menjadi brutal. Khayalan pun dianggap seolah-olah nyata. Kacau balau kalut.


Setiap saat kita mempunyai nafsu untuk mengambil, mempunyai, ingin mendapatkan hak untuk memiiki, berharap memenuhi kehidupan ini dengan hal-hal yang bersifat materi. Padahal, di satu sisi, di hati kita sendiri tahu bahwa hal-hal tersebut tidak ada gunanya.


Kita muak dengan orang-oorang yang mengukur dirinya dari mobil yang dikendarai, rumah yang menjadi tempat tinggalnya, banyak uang yang mereka punya, besar bisnisnya, termasuk jumlah follower Twitter yang mereka miliki sehingga berlagak layaknya dewa.


Eh atau malah “mereka” juga termasuk kita ???


Mungkin saja …


Kita menjalani hidup ini tapi dalam hati sebenarnya berangan-angan untuk hidup di planet yang lain. Sebuah tempat yang lebih dapat memberikan perasaan hidup. Bukan seperti di kehidupan modern ini yang tidak memberikan apa-apa, hanya ada janji-janji palsu, tidak pasti untuk di tunggu.


Kehidupan modern ini pun seperti koruptor. Melakukan tindakan korupsi. Apa yang dikorupsi ? diri kita sebagai manusia seutuhnya. Human being. Yang memaksa kita untuk menjadi Human doing. Dunia modern ini sepertinya ingin melahap dan menelan kita. Berniat untuk merampas langit dan angin dari kita.